Peningkatan Kemampuan Menelan Cairan pada Disfagia Faringeal dengan Disartria Spastis melalui Modification of Patient’s Posture

Authors

  • Amelia Sari Politeknik Arutala Johana Hendarto
  • Dudung Abdurrachman Politeknik Arutala Johana Hendarto
  • Anisa Rahmadhea Nasti Politeknik Arutala Johana Hendarto

DOI:

https://doi.org/10.59898/jawara.v4i1.64

Keywords:

disfagia, disartria spastis;, modification of patient’s posture, menelan cairan, terapi wicara

Abstract

Latar belakang: Disfagia merupakan gangguan menelan yang sering terjadi pada pasien yang mengalami gangguan neurologis, salah satunya disartria spastis yang disebabkan oleh stroke. Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan aspirasi, terutama ketika mengkonsumsi cairan.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif metode modification of patient’s posture untuk meningkatkan kemampuan menelan yang lebih baik dan mengurangi aspirasi pada disfagia fase faringeal.

Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu pasien perempuan berusia 72 tahun dengan riwayat stroke berulang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan tes klinis seperti TADIR, TEDYVA, serta tes menelan dengan variasi volume cairan. Intervensi dilakukan menggunakan teknik modification of patient’s posture, khususnya chin-down posture, selama 10 sesi terapi (45 menit, 3x/minggu) dengan stopwatch untuk mengukur durasi menelan. Teknik yang digunakan adalah Chin-down posture, Head rotation toward the weaker side, kombinasi Chin-down and head rotation, Head tilt posture.

Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menelan cairan, ditandai dengan berkurangnya frekuensi tersedak dan waktu menelan yang lebih singkat pada volume 3 ml.

Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode modification of patient’s posture efektif membantu meningkatkan kemampuan menelan cairan pada pasien disfagia fase faringeal, meskipun hasil yang diperoleh masih dipengaruhi oleh faktor usia dan kondisi neurologis pasien.

Published

31-05-2026