Implementasi Metode Phonetic Placement pada Gangguan Artikulasi Klien Down Syndrome: Studi Kasus Tunggal
DOI:
https://doi.org/10.59898/jawara.v2i1.18Kata Kunci:
artikulasi, disabilitas intelektual, metode phonetic placementAbstrak
Latar belakang: down syndrome merupakan kelainan kromosom paling umum yang menyebabkan disabilitas intelektual. Gangguan artikulasi merupakan salah satu gejala yang terdapat pada kondisi down syndrome. Kondisi tersebut dipengaruhi dengan adanya makroglosia, hypotonia otot, kurangnya kontrol atas bibir dan lidah serta adanya defisiensi motorik.
Tujuan: Perlunya intervensi sejak dini melalui terapi wicara, fisioterapi, dan terapi okupasi serta
perhatian medis untuk berbagai masalah kesehatan yang terjadi.
Metode: menggunakan Single Subject Research, dengan one group pretest-posttest design. Partisipan adalah seorang perempuan berusia 8:5 tahun dengan gangguan artikulasi pada /p/ posisi
awal kata dan belum pernah mendapat terapi wicara. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan orang tua klien, observasi secara langsung kepada klien, tes, dan studi dokumen.
Hasil: pada penilaian pasca terapi wicara, terdapat peningkatan sebanyak 60%.
Kesimpulan: Intervensi yang diberikan kepada klien untuk membantu kemampuan artikulasi melalui metode phonetic placement. Setelah dilakukan intervensi selama 10 sesi dilakukan post test terhadap klien dan terdapat perubahan kemampuan artikulasi klien pada kasus ini.
Kata kunci: artikulasi, disabilitas intelektual, metode phonetic placement.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Politeknik Arutala Johana Hendarto

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




