Penerapan Metode Learning to Listen pada Gangguan Artikulasi Anak dengan Disaudia: Studi Kasus Tunggal

Penulis

  • Adang Politeknik Arutala Johana Hendarto
  • Ramadhan Dalianto Putra Politeknik Arutala Johana Hendarto
  • Aurora Dwi Amalia Politeknik Arutala Johana Hendarto
  • Rika Aprilia Melati Politeknik Arutala Johana Hendarto

DOI:

https://doi.org/10.59898/jawara.v2i1.19

Kata Kunci:

Disaudia, learning to listen, artikulasi

Abstrak

Latar belakang: Disaudia adalah gangguan artikulasi yang terkait dengan masalah umpan balik pendengaran, yang dapat terjadi sebagai akibat dari gangguan pendengaran. Artikulasi merupakan bagian penting dari berbicara, anak dengan gangguan pendengaran harus dibantu segera agar mereka dapat memperbaiki keterampilan artikulasi yang tertinggal yang diakibatkan oleh gangguan pendengarannya.
Tujuan: Salah satu pendekatan untuk terapi anak disaudia adalah Learning to listen, dengan mengandalkan sisa pendengaran yang ada, metode ini difokuskan agar anak dapat mendeteksi bunyi dan menghubungkan bunyi dengan objeknya.

Metode: Menggunakan eksperimen subjek Tunggal,dengan menggunakan one group pre-post test design. Partisipan adalah seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dengan gangguan pendengaran yang sudah melakukan terapis wicara, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan ibu klien, observasi langsung kepada klien, tes dan studi dokumen. Terapi wicara dilakukan selama 10 sesi dengan melatih Bahasa reseptif tingkat kata pada klien. Dengan membandingkan kemampuan bahasa reseptif klien sebelum dan sesudah melakukan terapi
Hasil: Pada penilaian pasca terapi wicara terdapat peningkatan sebanyak 100%.
Kesimpulan: Metode learning to listen terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif terhadap anak yang mengalami gangguan disaudia
Kata kunci: Disaudia, learning to listen, artikulasi.

Diterbitkan

2023-11-13