Penerapan Respiration Training Untuk Meningkatkan Durasi Fonasi Pada Pasien Disfonia Neurogenik Dewasa

Penulis

  • Agustina Politeknik Arutala Johana Hendarto
  • Fierda Pramesthi Cahyani Putri Politeknik Arutala Johana Hendarto

DOI:

https://doi.org/10.59898/jawara.v3i1.47

Kata Kunci:

disfonia neurogenik; respiration training; durasi fonasi; single subject design.

Abstrak

Latar belakang: Disfonia neurogenik merupakan gangguan suara akibat kerusakan atau gangguan pada sistem saraf yang mempengaruhi kerja pita suara dalam mengontrol mekanisme fonasi. Salah satu parameter penting dalam menilai kemampuan fonasi yaitu durasi fonasi atau waktu maksimal fonasi, yang mencerminkan koordinasi antara sistem pernafasan dan fonasi. Respiration training adalah intervensi yang bertujuan meningkatkan efisiensi pernapasan dan kestabilan tekanan subglotal selama mekanisme fonasi.

Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh respiration training terhadap peningkatan durasi fonasi pada pasien disfonia neurogenik dewasa dengan menggunakan desain Single Subject Design.

Metode: Penelitian menggunakan pendekatan Single Subject Design tipe A–B–A dengan satu partisipan dewasa dengan kondisi disfonia neurogenik. Data dikumpulkan melalui pengukuran durasi fonasi vokal /a/ dengan stopwatch digital pada fase baseline (A₁), intervensi (B), dan setelah intervensi (A₂). Intervensi dilakukan selama 10 kali pertemuan dengan latihan pernapasan diafragmatik dan koordinasi respirasi–fonasi. Analisis dilakukan dengan mengamati secara visual dan deskriptif terhadap perubahan rata-rata durasi fonasi antar fase.

Hasil: Pencapaian rata-rata durasi fonasi meningkat dari 1,70 detik pada fase baseline, meningkat menjadi 1,81 detik setelah intervensi, terjadi peningkatan sebesar 6,5%. Analisis visual menunjukkan tren peningkatan yang stabil dan konsisten pada fase setelah intervensi.

Kesimpulan: Respiration training terbukti memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan durasi fonasi pada pasien dewasa dengan kondisi disfonia neurogenik. Hasil ini menunjukkan bahwa latihan pernapasan yang terstruktur mampu memperbaiki koordinasi respirasi–fonasi dan efisiensi produksi suara.

Unduhan

Diterbitkan

2025-05-20