Systematic Literature Review Profil Gangguan Suara Post-Thyroidectomy
DOI:
https://doi.org/10.59898/jawara.v3i1.48Kata Kunci:
Tiroidektomi; Gangguan Suara; Disfonia; Terapi Wicara.Abstrak
Latar Belakang: Tiroidektomi merupakan prosedur bedah yang umum dilakukan untuk mengelola penyakit tiroid, namun komplikasi terhadap fungsi suara masih sering terjadi. Gangguan suara pasca tiroidektomi dapat timbul akibat cedera langsung atau tidak langsung pada recurrent laryngeal nerve (RLN) dan external branch of the superior laryngeal nerve (EBSLN), maupun karena perubahan fungsional tanpa paralisis saraf. Kondisi ini dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup, terutama pada pengguna suara profesional.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis profil gangguan suara yang muncul setelah tindakan tiroidektomi serta mengidentifikasi mekanisme, insidensi, dan prognosis berdasarkan literatur ilmiah terkini.
Metode: Metode Systematic Literature Review dilakukan menggunakan panduan PRISMA, dengan kriteria inklusi mencakup pasien dewasa yang menjalani berbagai jenis tiroidektomi dan melaporkan hasil suara.
Hasil: Gangguan suara ditemukan pada 1–10% kasus untuk RLN palsy, 2–30% untuk cedera EBSLN, dan hingga 50% untuk disfonia fungsional dini. Mayoritas kasus bersifat sementara dan menunjukkan perbaikan dalam 3–6 bulan, terutama dengan terapi suara.
Kesimpulan: Gangguan suara pasca tiroidektomi merupakan komplikasi multifaktorial yang membutuhkan deteksi dini, monitoring saraf intraoperatif, serta rehabilitasi vokal terstruktur untuk mencapai hasil fonasi dan kualitas hidup yang optimal.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 hikmatun sadiah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




