Penerapan Core Vocabulary Approach pada Anak dengan Celah Bibir dan Langit-langit

Penulis

  • jumiarti Perkumpulan Pendidikan Terapi Wicara Indonesia
  • Damarrulah Politeknik Arutala Johana Hendarto

DOI:

https://doi.org/10.59898/jawara.v3i2.53

Kata Kunci:

Core Vocabulary Approach, Artikulasi, Celah Bibir dan Langit-Langit

Abstrak

Latar belakang: Anak dengan celah bibir dengan atau tanpa celah langit-langit berisiko mengalami gangguan bicara termasuk resonansi dan bunyi bicara. Gangguan bicara berdampak serius baik pemahaman maupun bicara anak sehingga dapat memengaruhi kondisi psikologis, kualitas hidup, dan partisipasi di masyarakat.

Tujuan:Penelitian ini bertujuan untukĀ  mengetahui efektifitas penerapan core vocabulary approach dalam meningkatkan kemampuan artikulasi pada fonem /p/ tingkat kata.

Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus tunggal dengan pola single-subject experimental. Subjek penelitian anak laki-laki usia 2 tahun 9 bulan pasca operasi celah bibir dan langit-langit komplit bilateral. Fase A1(baseline 1) digunakan untuk mencatat kemampuan artikulasi fonem /p/ sebelum intervensi. Fase B (intervensi) menggunakan penerapan core vocabulary approach melalui empat sesi terapi yang terstruktur, dan fase A2 (baseline 2/withdrawal) dilakukan dengan menghentikan sementara intervensi untuk mengevaluasi perubahan kemampuan artikulasi. Data dikumpulkan secara kuantitatif berupa persentase akurasi produksi fonem /p/ pada kata target.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan belum ada peningkatan ketepatan produksi fonem /p/ dari sesi pertama hingga keempat intervensi.

Kesimpulan: Temuan ini belum cukup membuktikan bahwa Core Vocabulary Approach dapat menjadi alternatif strategi terapi yang efektif untuk meningkatkan kejelasan artikulasi pada anak dengan celah bibir dan langit-langit, khususnya fonem plosif bilabial.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-24