Penerapan PECS Pada Autism Spectrum Disorder Usia 6 Tahun : Studi Kasus Tunggal

Penulis

  • Nining lestari Politeknik Arutala Johana Hendarto
  • Yusi Lusia Ningsih Politeknik Arutala Johana Hendarto
  • Alfa Reza Antafani Politeknik Arutala Johana Hendarto

DOI:

https://doi.org/10.59898/jawara.v3i2.56

Kata Kunci:

PECS, Autism Spectrum Disorder, Terapi Wicara

Abstrak

Latar belakang: Komunikasi sangat penting pada hidup seseorang untuk dapat mengungkapkan apa yang mereka inginkan, sehingga dapat berkomunikasi kepada lawan bicaranya baik berupa komunikasi verbal maupun non verbal. Komunikasi bisa terhambat dikarenakannya ada gangguan tertentu salah satunya yaitu pada Autism. Autism adalah gangguan perkembangan pervasif yang mana terdapat masalah pada kognitif, sosial emosi, perilaku, sulit untuk berinteraksi dengan orang lain, lebih tertarik dengan dunianya sendiri. Keterbatasan pada interaksi sosial maupun kognitif sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup.

 

Tujuan: Tujuannya untuk mendapatkan gambaran kemampuan bahasa bicara pada kondisi Autism  dan untuk mengetahui penerapan metode Picture Exchange Communication System  (PECS) pada kondisi Autism Spectrum Disorder .

 

Metode:  Penelitian ini menggunakan eksperimen subjek tunggal atau Single Subject Research. Partisipan adalah seorang anak laki-laki usia 6 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan orang tua klien, observasi secara langsung kepada klien, tes, dan studi dokumen.

 

Hasil: Diagnosa klien adalah Autism Spectrum Disorder, terjadi gangguan bahasa bicara, gangguan persepsi auditori serta keterlambatan motorik. Penggunaan metode PECS dalam meningkatkan kemampuan komunikasi verbal dinyatakan tidak berhasil.

 

Kesimpulan: Pentingnya kesadaran dan penanganan sedini mungkin gangguan pada anak. Saran: perlu diperhatikan perencanaan pelaksanaan terapi dari materi, variasi terapi, dan kondisi klien sehingga mendapatkan hasil terapi yang maksimal.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-24