Jenis Kelainan Artikulasi yang Paling Banyak Terjadi Pada Anak Dislogia Mental Retardasi

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.59898/jawara.v1i1.7

Kata Kunci:

articulation errors, dyslogia, mental retardation

Abstrak

Ketika berbicara kita mengucapkan lambang-lambang atau simbol bunyi diujarkan melalui mulut, yang dinamakan dengan artikulasi apakah kata yang diucapkan terproduksi dengan jelas atau tidak kemampuan tersebut dipengaruhi dengan penggunaan pergerakan organ artikulasi. Artikulasi yang baik jika pembicara (komunikan) ketika menyampaikan apa yang diucapakan terdengar atau tertangkap dengan jelas oleh lawan bicaranya (komunikator), ucapan tersebut tidak terdengar enak ucapannya dan tidak memiliki kegagalan atau kesalahan artikulasi, baik berupa penggantian bunyi (subtitusi), penghilangan bunyi (omisi), pengacauan bunyi (distorsi), dan penambahan bunyi (adisi). Dislogia merupakan kelainan bicara yang disebabkan karena adanya keterbelakangan mental, atau hambatan dalam intelektual yang intelegensi di bawah rata-rata, yang batas normalnya IQ (intelligence quotient) sebesar 90. Anak yang memiliki kelainan atau kegagalan produksi artikulasi bisa disebabkan karena adanya kelainan berupa keterbelakangan mental artinya mengalami retardasi mental yang memiliki gangguan dalam bicara disebut dengan istilah dislogia. Mental retardasi kesulitan yang utamanyaberupa kesulitan berpikidan memahami. Keterampilan hidup yang bisa berpengaruh yaitu keterampilan konseptual, sosial dan praktis tertentu. Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui apakah bentuk kegagalan artikulasi paling nampak yang dimiliki oleh klien Dislogia Mental Retardasi. Adapun penelitian yang dianalisis sebanyak 10 (sepuluh) sample merupakan data sekunder, dengan mengetahui bentuk kegagalan artikulasi berupa subtitusi, omisi, distorsi dan adisi yang lebih dikenal juga dengan istilah (SODA)

Diterbitkan

2023-05-05