Pengaruh Latihan Masako Maneuver pada Peningkatan Fungsi Menelan Pasien Disfagia Pasca-Stroke: Studi Kasus Tunggal
DOI:
https://doi.org/10.59898/jawara.v4i1.70Kata Kunci:
Masako Maneuver, Disfagia, Refleks Menelan, Terapi Wicara, StrokeAbstrak
Latar belakang: Disfagia merupakan kondisi yang memengaruhi proses menelan normal yang menyebabkan kesulitan menelan makanan dan cairan. Kesulitan menelan menjadi kondisi yang sering terjadi dan serius pascastrok karena berisiko menyebabkan terjadinya komplikasi hingga penurunan kualitas hidup. Pemulihan fungsi menelan yang aman dan efisien dapat terhambat karena adanya kelemahan kontraksi otot faring. Studi ini dilatarbelakangi perlunya intervensi klinis dengan menggunakan Masako Maneuver untuk memperkuat kompensasi dinding faring posterior dalam meningkatkan kemampuan inisiasi refleks menelan.
Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatkan kecepatan refleks menelan saliva pada pasien disfagia pascastrok melalui pemberian intervensi Masako maneuver.
Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus tunggal dengan pendekatan pre-posttest design. subjek seorang pasien disfagia pascastrok yang mengalami keterlambatan refleks menelan. Data diperoleh secara prospektif melalui kegiatan praktikum klinis terstruktur di bawah supervisi klinis. Intervensi dilakukan dengan latihan menggunakan Masako maneuver sebanyak 10 sesi.
Hasil: Terdapat peningkatan kecepatan refleks menelan saliva hingga kurang dari 2 detik, meski respon belum stabil dan baru tercapai pada repetisi ketiga di posttest. Perbaikan kemampuan belum tercapai sepenuhnya selama periode intervensi. Hal ini menunjukkan adanya inisiasi motorik yang mulai membaik.
Kesimpulan: Masako maneuver memberikan dampak positif terhadap inisiasi refleks menelan saliva, meskipun stabilisasi fungsional belum tercapai sepenuhnya dalam target jangka pendek. Diperlukan intervensi yang lebih intensif untuk mencapai perbaikan kemampuan menelan pada pasien disfagia pascastrok.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ririn Kusumawati, Jumiarti, Junaeni, Okta Rusmiati wicara

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




