Pedoman bagi Penulis

Jurnal Terapi Wicara mempublikasikan karangan ilmiah asli dalam bidang ilmu terapi wicara dan bidang ilmu yang terkait. Karangan yang dipublikasikan adalah karangan yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya atau diserahkan untuk publikasi sebelumnya atau diserahkan untuk publikasi kepada penerbit lain. Karangan dapat berupa laporan penelitian, tinjauan pustaka, laporan kasus dan tulisan lain yang bersifat komunikatif edukatif.

Naskah karangan dapat di tulis dalam bahasa Indonesia (sesuai dengan ejaan yang disempurnakan) atau bahasa Inggris.

Penulis harus memenuhi ketentuan penulisan naskah sebagai berikut :

I. Panduan Naskah Laporan Penelitian

 

Persyaratan Umum Naskah

  1. Naskah merupakan karya ilmiah asli yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diproses pada jurnal lain.
  2. Naskah ditulis menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris yang baik dan benar.
  3. Panjang naskah minimal 17 halaman sesuai template jurnal.
  4. Penulis wajib menggunakan template resmi JAWARA versi terbaru.
  5. Seluruh naskah harus diketik menggunakan font Cambria dengan spasi 1.15.
  6. Sitasi dan daftar pustaka menggunakan gaya Vancouver.
  7. Penulis wajib menggunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero, EndNote, atau perangkat lunak sejenis.
  8. Artikel harus memuat minimal 20–30 referensi yang relevan dan mutakhir.

Struktur Naskah

Judul

  • Ditulis secara ringkas, spesifik, dan informatif.
  • Maksimal 14 kata.
  • Menggunakan huruf kapital pada setiap kata utama kecuali kata hubung.

Informasi Penulis

  • Nama lengkap penulis tanpa gelar akademik.
  • Afiliasi institusi.
  • Alamat email penulis korespondensi.

Abstrak

Abstrak ditulis dalam satu paragraf dengan panjang maksimum 250 kata dan harus memuat:

  • Latar Belakang
  • Tujuan
  • Metode
  • Hasil
  • Kesimpulan

Abstrak tidak diperkenankan memuat sitasi, tabel, gambar, maupun daftar pustaka.

Kata Kunci

  • Terdiri atas 3–5 kata kunci.
  • Dipisahkan dengan tanda titik koma (;).
  • Mencerminkan variabel, metode, dan konteks penelitian.

Pendahuluan

Pendahuluan ditulis sepanjang 1–2 halaman yang menjelaskan:

  • Latar belakang penelitian.
  • Kesenjangan penelitian (research gap).
  • Kajian teori dan penelitian terdahulu yang relevan.
  • Urgensi penelitian.
  • Tujuan penelitian.

Metode

Bagian metode harus menjelaskan secara rinci:

  • Desain penelitian.
  • Lokasi dan waktu penelitian.
  • Subjek atau objek penelitian.
  • Populasi dan sampel.
  • Teknik sampling.
  • Instrumen penelitian.
  • Teknik pengumpulan data.
  • Teknik analisis data.

Hasil

Bagian hasil menyajikan temuan penelitian secara objektif tanpa interpretasi mendalam.

Ketentuan:

  • Maksimal 5 tabel dan/atau gambar.
  • Tabel dan gambar harus diberi nomor dan judul yang jelas.
  • Hanya menampilkan data yang relevan dengan tujuan penelitian.

Diskusi

Bagian diskusi harus:

  • Menginterpretasikan hasil penelitian.
  • Membandingkan hasil dengan penelitian sebelumnya.
  • Menjelaskan kontribusi ilmiah penelitian.
  • Menguraikan implikasi teoretis maupun praktis.
  • Menyampaikan keterbatasan penelitian jika diperlukan.

Paragraf terakhir harus memuat kesimpulan dan rekomendasi penelitian.

Ethics Approval and Consent to Participate

Penelitian yang melibatkan manusia wajib mencantumkan:

  • Nama komite etik yang memberikan persetujuan.
  • Nomor persetujuan etik (jika tersedia).
  • Pernyataan informed consent dari peserta penelitian.

Acknowledgment

Berisi ucapan terima kasih kepada pihak yang berkontribusi terhadap penelitian, termasuk pendanaan, hibah, institusi, atau individu yang mendukung pelaksanaan penelitian.

Daftar Pustaka

  • Menggunakan gaya Vancouver.
  • Minimal 20–30 referensi.
  • Diutamakan referensi primer dan terbitan 10 tahun terakhir.
  • Seluruh referensi yang disitasi dalam teks harus tercantum dalam daftar pustaka.

Proses Review

Setiap naskah akan melalui:

  1. Pemeriksaan administrasi dan kesesuaian template.
  2. Pemeriksaan substansi ruang lingkup oleh editor.
  3. Proses peer-review.
  4. Keputusan Editor in Chief berdasarkan hasil review.

Pernyataan Etika Publikasi

Penulis wajib memastikan bahwa seluruh data, hasil penelitian, gambar, tabel, dan kutipan yang digunakan telah memenuhi prinsip integritas akademik, bebas plagiarisme, serta mengikuti etika publikasi ilmiah yang berlaku.

II. Panduan Naskah Tinjauan Pustaka

Naskah tinjauan literatur (literature review) bertujuan untuk menyajikan analisis kritis, sintesis, dan evaluasi terhadap hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan terkait suatu topik tertentu dalam bidang terapi wicara, komunikasi, bahasa, pendengaran, perkembangan anak, maupun bidang terkait lainnya.

Naskah harus menunjukkan kebaruan melalui identifikasi tren penelitian, kesenjangan pengetahuan (research gap), inkonsistensi temuan, atau peluang pengembangan penelitian di masa mendatang. Penulis diharapkan tidak hanya merangkum literatur yang ada, tetapi juga memberikan analisis yang komprehensif dan argumentatif berdasarkan bukti ilmiah terkini.

Struktur naskah meliputi:

  • Judul
  • Abstrak dan Kata Kunci
  • Pendahuluan
  • Metode Penelusuran Literatur
  • Hasil Sintesis dan Analisis Literatur
  • Diskusi
  • Kesimpulan dan Rekomendasi
  • Acknowledgment (jika ada)
  • Daftar Pustaka

Penulis dianjurkan menggunakan sumber pustaka primer yang relevan dan mutakhir, dengan minimal 30 referensi yang sebagian besar berasal dari artikel jurnal ilmiah dalam 10 tahun terakhir. Sitasi dan daftar pustaka wajib menggunakan gaya Vancouver serta dikelola menggunakan perangkat lunak manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote.

III. Panduan Naskah Laporan Kasus

Laporan kasus (case report) menyajikan deskripsi sistematis mengenai kasus klinis yang unik, langka, inovatif, atau memiliki nilai edukatif yang penting dalam bidang terapi wicara dan bidang terkait. Naskah harus memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik klinis, pengambilan keputusan profesional, atau pemahaman ilmiah mengenai kondisi tertentu.

Kasus yang dilaporkan harus memiliki nilai kebaruan, relevansi klinis, atau memberikan pembelajaran yang dapat diterapkan dalam praktik profesional. Penulis wajib menjaga kerahasiaan identitas pasien dan memastikan bahwa persetujuan (informed consent) telah diperoleh sebelum publikasi.

Struktur naskah meliputi:

  • Judul
  • Abstrak dan Kata Kunci
  • Pendahuluan
  • Deskripsi Kasus
  • Penatalaksanaan atau Intervensi
  • Hasil dan Perkembangan Kasus
  • Diskusi
  • Kesimpulan
  • Ethics Approval and Consent to Participate
  • Acknowledgment (jika ada)
  • Daftar Pustaka

Naskah harus didukung oleh literatur yang relevan dan terkini untuk memperkuat interpretasi kasus. Seluruh sitasi dan daftar pustaka wajib mengikuti gaya Vancouver dan menggunakan aplikasi manajemen referensi.

IV. Panduan Penulisan Daftar Pustaka

Daftar pustaka didefinisikan dalam naskah dengan angka arabik dan diberi nomor urut sesuai dengan urutan pemunculan dalam naskah. Semua nama penulis dicantumkan, bila jumlahnya lebih dari 6 penulis, dicantumkan nama 6 penulis pertama diikuti dengan et. al Daftar pustaka yang digunakan diutamakan yang dipublikasi dalam 10 tahun terakhir.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka :

1. Dari Jurnal

Sivam A, Jeswani S, Reder L, Wang J, Detineo M, Taxy J, et. al. Olfactory cleft inflammation is present in seasonal allergic rhinitis and is reduced with intranasal steroids. Am J Rhinol Allergy 2010; 24(2):286-90

 2. Dari bab pada buku

Tos M, Larsen PL. Nasal polyps: origin, etiology, pathogenesis and structure. In: Kennedy DW, Bolger W, Zinreich SJ, editors. Disease of sinuses. Ontario : BC Decker Inc; 2001. P.57-68

 3. Dari buku

Halliwel B, Gutteridge JM. Free radicals in biology and medicine. 3th ed. New York : Oxford University Press, 1999. P.604-9

 4. Dari seminar

Rizayani, Mediadipoera T, Sudiro M, Dermawan A. Efektivitas imunoterapi selama 3 tahun pada pasien rhinitis alergi. Disampaikan pada 7 th Jakarta International FESS Course-Workshop, Jakarta, 11-13 Maret 2011.

 5. Dari disertasi/tesis

Wardani RS. Profil ekspresi gen penderita polip hidung kaitannya dengan respons terapi terhadap protokol protokol pengobatan polipektomi sederhana endoskopik dan glukortikoid intranasal. Disertasi. Jakarta : Pasca sarjana Universitas Indonesia; 2011. P.99-10.

 6. Dari media elektronik

Center for voice and swallowing UC Davis health system. Laryngopharyngeal reflux disease. Available from : http//www/ucdmc.ucdavis.edu. Accessed Juli, 2010.

7. Dari media elektronik

Abood S. Quality improvement initiave in nursing homes : the ANA acts in an advisorty role. Am J Nurs [serial on the internet].2002 [cited 2002 Aug 12];102(6):[about 3 p.] Available from : http://www.nursingworlds. Org/ANJ/2002/june/Wawatch.htm

8. Dari media elektronik

Cancer-pain.org [homepage on the internet]. New York: Association of Cancer Online Resources, Inc.; c2000-01 [updated 2002 May 16; cited 2002 Jul 9]. Available from : http://www.cancer-pain.org.

 9. Dari media elektronik

Who’s certified [database on the internet]. Evanston (IL): The American Board of Medical Spesialists. C2000-[cited 2001 Mar 8]. Available from : http://www.abms.org/newsearch.asp.