Latihan Auditori Pada Anak dengan Gangguan Pendengaran: Studi Kasus Tunggal
DOI:
https://doi.org/10.59898/jawara.v2i1.17Kata Kunci:
komunikasi lisan, bunyi ujaran, latihan auditori, gangguan pendengaranAbstrak
Latar Belakang: Komunikasi lisan dipelajari terutama melalui modalitas pendengaran. Dampak buruk pada perkembangan bahasa, kognisi, akademik, termasuk komunikasi lisan saat terjadi penurunan sensitivitas pendengaran.
Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memberikan bukti awal perubahan kemampuan dalam mengidentifikasi bunyi ujaran setelah diberikan intervensi dengan latihan auditori.
Metode: Menggunakan eksperimen subjek tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan orang tua klien, observasi secara langsung kepada klien, tes dan studi dokumen rekam medis klien.
Hasil: Setelah dilakukan terapi wicara sebanyak 10 sesi dengan menggunakan Latihan auditori,
kemampuan klien meningkat sekitar 83,3% dalam mendeteksi bunyi.
Kesimpulan: Memberikan latihan auditori untuk mengidentifikasi bunyi penting diberikan pada anak
dengan gangguan pendengaran.
Kata kunci: komunikasi lisan, bunyi ujaran, latihan auditori, gangguan pendengaran.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Politeknik Arutala Johana Hendarto

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




